Rabu, 01 Februari 2012

Puteri Tidur

Dahulu kala, ada sepasang Raja dan Ratu yang berbahagia, karena setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya Ratu melahirkan seorang Puteri.

Raja dan Ratu mengundang tujuh peri untuk datang dan memberkati Puteri yang baru saja lahir itu.

Dalam acara megah yang diselenggarakan sebagai penghormatan kepada para peri itu, masing-masing peri memberikan berkat kepada sang Puteri.

Peri pertama mengatakan “Kamu akan menjadi Puteri tercantik di dunia.”Peri kedua mengatakan “Kamu akan menjadi seorang Puteri yang periang.”Peri ketiga mengatakan “Kamu akan selalu mendapatkan banyak kasih sayang.”Peri keempat mengatakan “Kamu akan dapat menari dengan sangat anggun.”Peri kelima mengatakan “Kamu akan dapat bernyanyi dengan sangat merdu.”
Peri keenam mengatakan “Kamu akan sangat pintar memainkan alat musik.”

Tiba2 datang peri tua ke tengah acara itu. Ia sangat marah karena tidak diundang. Semua orang memang sudah lama tidak pernah melihat peri tua itu, dan mengira bahwa ia sudah meninggal atau pergi dari kerajaan itu.

Peri tua yang marah itu mendekati sang Puteri dan mengutuknya “Jarimu akan tertusuk jarum pintal dan kamu akan mati!” dan kemudian peri tua itu pun menghilang.

Semua orang sangat terkejut. Ratu pun mulai menangis.

Peri ketujuh mendekati sang Puteri dan memberikan berkatnya “Aku tidak bisa membatalkan kutukan, tapi aku dapat memberikan berkatku supaya Puteri tidak akan mati karena terkena jarum pintal, melainkan hanya tertidur pulas selama seratus tahun. Setelah seratus tahun, seorang Pangeran tampan akan datang untuk membangunkannya.”

Raja dan Ratu merasa sedikit lega mendengarnya. Mereka lalu mengeluarkan peraturan baru bahwa di kerajaan itu tidak boleh ada alat pintal satu pun. Mereka menyita dan menghancurkan semua alat pintal yang ada di kerajaan itu demi selamatan sang Puteri. Pada suatu hari disaat Puteri berusia 18 tahun, Raja dan Ratu pergi sepanjang hari.

Karena kesepian, sang Puteri berjalan-jalan menjelajahi istana dan sampai di sebuah loteng. Disana ia menjumpai seorang wanita tua yang sedang memintal benang menggunakan alat pintal.  Karena belum pernah melihat alat pintal, sang Puteri sangat tertarik dan ingin mencoba. 

Wanita tua itu sebenarnya adalah peri tua jahat yang dulu mengutuknya. Saat sang Puteri mencoba alat pintal itu, ia pun dengan sengaja menusukkan jarum pintal ke tangan sang Puteri.  

Sang Puteri jatuh tak sadarkan diri dan tertidur karena terkena kutukan. Peri tua jahat tertawa puas dan menghilang dalam kegelapan. 

Saat Raja dan Ratu kembali, mereka dan seluruh pegawai kerajaan kebingungan mencari sang Puteri. Saat mereka menemukannya, Raja tersadar bahwa kutukan peri tua jahat telah menjadi kenyataan. Sang Puteri lalu dibawa ke kamarnya dan dibaringkan di tempat tidurnya. Raja lalu mengirimkan kabar mengenai peristiwa itu ke peri ketujuh yang baik hati. 

Peri ketujuh yang baik hati lalu bergegas ke istana. Ia memutuskan untuk menidurkan semua orang di kerajaan itu supaya kelak saat kutukan sang Puteri berakhir mereka semua akan bangun bersama-sama.  

Dalam waktu singkat pohon-pohon besar dan semak belukar yang lebat dan berduri tumbuh di seluruh wilayah kerajaan, sehingga sangat sulit bagi siapapun untuk menerobosnya. Bahkan puncak-puncak istana pun hanya dapat terlihat ujungnya saja. Karena menjadi sangat tertutup, sang Puteri dan seluruh kerajaan menjadi aman, walaupun mereka semua tertidur.  

Setelah masa seratus tahun berakhir, seorang Pangeran tampan yang kebetulan sedang berburu di dekat wilayah kerajaan itu melihat pucuk-pucuk istana itu. Ia sudah banyak mendengar cerita tentang kerajaan itu, antara lain tentang istana yang dianggap berhantu, para penyihir, dan cerita-cerita lain yang sangat menyeramkan yang sebenarnya tidak benar.  

Karena penasaran, saat kembali dari berburu sang Pangeran mencari orang tua yang paling bijaksana dan pintar di kerajaan untuk menanyakan tentang kerajaan tetangga yang penuh misteri itu. 

Orang tua yang bijaksana itu lalu bercerita bahwa menurut leluhurnya, di dalam istana di kerajaan yang misterius itu terbaring seorang Puteri yang paling cantik di dunia, yang tertidur karena terkena kutukan dari peri tua jahat. Sang Puteri akan terus tidur hingga ada seorang Pangeran yang datang untuk membangunkannya.  

Pangeran tampan yang pemberani itu lalu bergegas berangkat menuju kerajaan misterius itu. Ia berniat untuk menyelamatkan sang Puteri. Sang Pangeran berjuang menembus semak belukar dan pepohonan untuk dapat mencapai kedalam wilayah kerajaan yang misterius itu. 

Sesampainya disana, ia melihat banyak sekali orang dan hewan peliharaan yang terbaring dimana-mana. Tetapi mereka tidak mati, sepertinya mereka hanya tertidur sangat nyenyak.  Pangeran lalu masuk ke dalam istana. Disana ia pun melihat seluruh pegawai kerajaan yang tertidur pulas. 

Dongeng Puteri TidurSetelah berjalan-jalan menjelajahi istana itu, sang Pangeran berhasil menemukan sang Puteri di sebuah kamar. Sang Pangeran terpesona oleh kecantikan sang Puteri. Pangeran pun berlutut dan memegang tangan sang Puteri. Saat itulah kutukan berakhir dan sang Puteri membuka matanya. Ia menyambut sang Pangeran yang telah lama ia tunggu dengan bahagia.

Dalam waktu yang bersamaan seluruh penghuni istana dan seluruh kerajaan terbangun. Semak belukar dan pepohonan menghilang. Semua orang kembali mengerjakan urusan mereka masing-masing. Raja dan Ratu juga terbangun dan segera menyambut sang Pangeran dari kerajaan tetangga itu.

Tak lama kemudian, sang Puteri dan sang Pangeran tampan menikah. Mereka lalu hidup berbahagia selamanya

Biji-biji Burung Gereja

Di suatu lembah yang subur, sekelompok binatang hidup dengan aman dan nyaman. Mereka tidak pernah berkekurangan.

Lembah itu menyediakan semua yang dibutuhkan para hewan. Sumber mata air yang segar, pohon-pohon yang selalu berbuah tanpa mengenal musim. Semua hewan hidup dengan bahagia.

Suatu hari bertemulah seekor monyet dengan burung gereja yang sedang mematuk-matuk di tanah.

“ Apa yang sedang kau lakukan burung Gereja ?” Tanya Monyet.

Burung Gereja memandang Monyet dan berkata “ Aku sedang mengumpulkan biji-bijian “

Mendengar jawaban Burung Gereja, Monyet tertawa terbahak-bahak “Ha…ha..ha…., untuk apa kau mengumpulkan biji-biji itu, lihatlah di selilingmu, begitu banyak buah-buahan yang bisa kau makan, kenapa kau malah mengumpulkan sesuatu yang dibuang ?”

Tapi Burung Gereja tidak menghiraukan perkataan Monyet dan tetap mengumpulkan biji buah-buahan kemudian membawanya ke atas bukit.

Esok harinya, Monyet bertemu lagi dengan Burung Gereja, kali ini Monyet membawa buah apel di tangannya

“ Hai Burung Gereja, kau sedang mencari biji-bijian lagi ya ? pantas saja kau tidak bertambah besar, yang kau makan bijinya, bukan buahnya…ha.. ha…ha… “ Ejek Monyet

Burung Gereja hanya diam dan terus mengumpulkan biji- biji apel yang dibuang oleh Monyet.

Suatu hari turun hujan deras berhari-hari, lembah itu tertutup oleh air, semua binatang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi di atas bukit.

Mereka kedinginan dan kelaparan. Ketika hujan berhenti, mereka turun ke lembah untuk mencari makanan, tetapi semua pohon tumbang tersapu air hujan, tidak ada lagi buah-buahan untuk dimakan.

“ Aku lapar, mengapa tidak ada sama sekali buah yang bisa dimakan ?” rintih Monyet sambil melihat ke kanan dan ke kiri berharap menemukan buah yang bisa dimakan.

Setelah berjalan menyusuri lembah, Monyet bertemu lagi dengan Burung Gereja

“ Hai Burung Gereja, kau kan bisa terbang tinggi, bisakah kau tunjukkan padaku dimana ada buah yang bisa ku makan ? aku lapar sekali “ Tanya Monyet.

“ Mari, pergilah ke rumahku di atas bukit, kau akan menemukan buah yang bisa kau makan “ Ajak Burung Gereja.

Karena tidak menemukan jalan lain lagi, Monyet mengikuti Burung Gereja menuju ke atas bukit.

Betapa terkejutnya Monyet melihat halaman rumah Burung Gereja penuh dengan pohon yang berbuah lebat, Pisang, Apel, Strawberry, Mangga, dan banyak lagi yang lainnya.

“ Bagaimana bisa begitu banyak pohon buah tumbuh di halaman rumahmu “ Tanya Monyet heran.

“ Sudah sejak lama aku mengumpulkan biji buah-buahan dan menanamnya di halaman rumahku , aku menyiramnya dan membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh, aku merawatnya setiap hari “ jawab Burung Gereja.

“ Oooo…. Itulah sebabnya kenapa kau selalu mengumpulkan biji buah-buhan yang dibuang. Kenapa aku tidak berpikir untuk menanamnya sepertimu ya ?”

Burung Gereja juga memberi tahu hewan-hewan lain untuk mengambil buah-buahan di halaman rumahnya. Sejak saat itu, setiap kali mereka memakan buah, mereka menyisihkan biji-bijinya untuk ditanam kembali, agar mereka tidak kelaparan lagi.

 

Selasa, 31 Januari 2012

Lutung Kasarung

Pada jaman dahulu kala di tatar pasundan ada sebuah kerajaan yang pimpin oleh seorang raja yang bijaksana, beliau dikenal sebagai Prabu Tapak Agung.
Prabu Tapa Agung mempunyai dua orang putri cantik yaitu Purbararang dan adiknya Purbasari.
Pada saat mendekati akhir hayatnya Prabu Tapak Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti. “Aku sudah terlalu tua, saatnya aku turun tahta,” kata Prabu Tapa.
Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. “Aku putri Sulung, seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya,” gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya. Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. “Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu !” ujar Purbararang.
Kemudian ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. Ia pun menasehati Purbasari, “Tabahlah Tuan Putri. Cobaan ini pasti akan berakhir, Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri”. “Terima kasih paman”, ujar Purbasari.
Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang misterius. Tetapi kera tersebut yang paling perhatian kepada Purbasari. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga –bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya.
Pada saat malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap aneh. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Tidak lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya jernih sekali. Airnya mengandung obat yang sangat harum.
Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. “Apa manfaatnya bagiku ?”, pikir Purbasari. Tapi ia mau menurutinya. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin ditelaga tersebut.
Di istana, Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Ketika sampai di hutan, ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbararang tidak mau kehilangan muka, ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. “Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !”, kata Purbararang. Awalnya Purbasari tidak mau, tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang.
“Baiklah aku kalah, tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita, Ini tunanganku”, kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung melonjak-lonjak seakan-akan menenangkan Purbasari. Purbararang tertawa terbahak-bahak, “Jadi monyet itu tunanganmu ?”.
Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang Pemuda gagah berwajah sangat tampan, lebih dari Indrajaya. Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka. Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana.
Purbasari menjadi seorang ratu, didampingi oleh seorang pemuda idamannya. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya dihutan dalam wujud seekor lutung.

TUGAS KESEHATAN LINGKUNGan


TUGAS
KESEHATAN LINGKUNGan




Disusunoleh:



Muhammad tri susilo




FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT (FKM)
UNIVERSITAS WIDYA GAMA MAHAKAM
SAMARINDA
2011
KELAS III B PAGI



Leptospirosis
Leptospirosis adalah anthropozoonosis distribusi di seluruh dunia disebabkan oleh patogen spirochetes dari Leptospira genus dan ditandai dengan vaskulitis luas.
Etiologi
Agen etiologi dari Sprirochaetales Leptospirosis tatanan, keluarga dan gender Leptospiraceae Leptospira, yang meliputi 2 jenis: L interrogans patogenik untuk hewan dan manusia dan L. biflexa, yang hidup bebas. L interrogans dibagi menjadi lebih dari 210 serovarian dan 23 serogrup. Klasifikasi ini memiliki signifikansi epidemiologi karena gambaran klinis dan virulensi keseluruhan tidak berhubungan dengan serovar. Penelitian genetik terbaru menunjukkan bahwa taksonomi dari genus Leptospira lebih kompleks, telah mampu membedakan spesies patogen 8 dan 5 non-patogen.
Bakteri Leptospira adalah heliks sangat tipis, 6 sampai 20 mikron dan panjang 0,1 sampai 0,2 mm luas, fleksibel,, dengan tips dikenakan berbentuk pengait, sangat mobile, ketat aerobik, tumbuh dengan mudah pada media buatan. Hal ini dapat bertahan lama dalam air atau lembab, ringan, pH netral atau sedikit basa.
Epidemiologi
INI DAERAH YANG BISA DIDIAMI TIKUS
Ini adalah penyakit muncul kembali di negara-negara Cone Selatan. Meskipun secara luas didistribusikan di dunia, prevalensi adalah lebih tinggi di daerah tropis. Hal ini lebih umum di pedesaan daripada di daerah perkotaan dan terutama pada pria, dengan kejadian puncak pada dekade ke-4 hidup. Lazim di sebagian besar negara tropis dan subtropis Amerika (hujan lebat, limbah meluap selama banjir, tanah asam, suhu tinggi) transmisi mendukung kondisi lingkungan.
GAMBAR INI ADALAH GAMBAR DAERAH KUMUH
Mempengaruhi banyak spesies hewan, liar dan domestik, yang merupakan reservoir dan sumber infeksi bagi manusia. Yang paling terkena adalah binatang pengerat liar, anjing, sapi, babi, kuda dan domba. Mereka dari infeksi unapparent sampai parah dan menyebabkan kerugian ekonomi besar.
Hewan yang terinfeksi dengan kuman dihapus urin, mencemari tanah dan air. Leptospira dapat tetap untuk jangka panjang dalam tubulus ginjal, yang diekskresikan dalam urin tanpa hewan yang sakit. Bahkan anjing dapat mengekskresikan urin menular leptospira diimunisasi untuk waktu yang lama.
Sumber utama infeksi bagi manusia adalah kontak langsung dengan urin hewan-hewan atau kontak dengan air dan / atau tanah yang terkontaminasi dengan urin tersebut, baik melalui kegiatan-kegiatan kerja atau rekreasi.

Biasanya orang itu adalah terminal tamu. Penularan dari orang ke orang sangat jarang.
Populasi beresiko penyakit melibatkan hidup di daerah endemik negara-negara terbelakang tropis, sedangkan di negara-negara maju biasanya merupakan penyakit akibat kerja dari mereka yang bekerja dengan hewan atau produk mereka, atau media terkontaminasi terutama hewan pengerat (dokter hewan, ternak , susu petani, tukang jagal, pekerja pendinginan, petani, pekerja di kotoran, selokan pembersih, urgadores). Pria juga dapat terinfeksi dalam kegiatan rekreasi kontak dengan berdiri air yang terkontaminasi segar (berenang, memancing olahraga air,) dan kontak dengan hewan peliharaan Anda.
Aerosol dapat mikroorganisme kendaraan langsung dihirup ke dalam paru-paru. Hal ini juga transmisi transplasenta mungkin.
Di negara kita, leptospirosis berperilaku sebagai penyakit endemik, dengan wabah yang diamati di perkotaan, pinggiran kota dan pedesaan. Sejak tahun 1998 tingkat kejadian meningkat, seperti di negara lain Cone Selatan. Peningkatan ini terkait dengan situasi regional dan faktor iklim seperti banjir.
Patogenesis
Leptospira masuk melalui kulit pria terkelupas atau selaput lendir yang sehat, menyebar cepat dan setelah 48 jam ditemukan di semua cairan dan jaringan, dengan lokasi khusus dalam otot ginjal, hati, jantung dan tulang (fase dari penyakit leptospirémica ). Leptospira tahan terhadap aktivitas serum bakterisidal yang normal dan tidak adanya antibodi spesifik atau hancur tidak phagocytosed oleh PMN atau makrofag. Antara 5 dan 7 dibentuk antibodi spesifik mempromosikan opsonisasi organisme berhenti dapat ditemukan dalam darah dan dikeluarkan dalam urin selama beberapa minggu atau bulan (atau leptospiruria fase imun).
Banyak aspek Leptospirosis tetap tidak dapat dijelaskan.
Leptospirosis dapat dianggap sebagai vaskulitis, penyakit sistemik umum diterjemahkan terutama oleh infeksi. Cedera vaskular, terutama kapiler, merupakan faktor menonjol untuk leptospirosis dan bertanggung jawab untuk edema dan diatesis perdarahan. Terutama mempengaruhi kapiler paru-paru, hati dan ginjal.
Kerusakan sel besar di hadapan beberapa organisme menyarankan mediasi faktor beracun dari kedua spirochete dan tuan rumah. Sama seperti perubahan kemiskinan patologis pada organ tertentu, meskipun gangguan fungsional yang mendalam, tidak berpikir bahwa banyak aspek dari penyakit ini disebabkan oleh racun-racun yang dikeluarkan oleh kuman tersebut. Selama migrasi bakteri septicemia, racun, enzim dan / atau produk antigen dilepaskan melalui lisis bakteri yang menyebabkan permeabilitas pembuluh darah meningkat yang merupakan manifestasi awal dari penyakit dan konstan. Lesi selular dari berbagai organ didasarkan pada faktor-faktor patogen yang sama, yang bertindak awalnya pada membran sel, akhirnya ditambahkan ke hipoksia dihasilkan dari kerusakan vaskular.
Dalam studi otopsi perdarahan difus diamati pada tingkat jaringan, di samping perdarahan eksternal terbuka (epistaksis, hemoptisis, hematemesis, melena). Nefritis interstisial fokus dan nekrosis tubular akut, fokus juga telah terkait dengan migrasi leptospira melalui ginjal dan deposisi antigen. Kapiler paru kerusakan menyebabkan kegagalan pernafasan akut dan hemoptisis. Miokarditis interstitial telah diamati dan arteritis koroner. Pada otot rangka adalah area nekrosis hialin dan perdarahan.
Leptospira menginduksi imunitas humoral yang hanya melindungi terhadap serovar menginfeksi.
Klinik

Infeksi Leptospira dapat asimtomatik, terjadinya mereka yang dibuktikan dengan serokonversi. Ketika gejala, dapat menyebabkan diri terbatas penyakit demam anicteric (85 sampai 90% kasus) atau memanifestasikan dirinya dalam bentuk yang paling parah yang dikenal sebagai sindrom Weil (5 sampai 10% dari kasus). Diasumsikan bahwa persentase kurang serius karena ada kesalahan diagnosis mengenai bentuk jinak yang tidak mencapai dokter atau tidak kecurigaan ini. Clásicamene Meskipun digambarkan sebagai suatu penyakit biphasic klinis biasanya monophasic, atau karena bentuk ringan fase kedua adalah ringan dan singkat atau tidak ada, atau karena bentuk serius mencair kedua tahap.
Setelah masa inkubasi adalah 2 sampai 26 hari (rata-rata 5 sampai 14), penyakit biasanya dimulai secara tiba-tiba dengan menggigil dalam, demam tinggi, mialgia dan sakit kepala parah. Mendominasi mialgia otot betis, paravertebral dan perut. Gejala lain termasuk mual, muntah, diare lebih sering, kadang-kadang sujud dan gangguan mental. Kemacetan konjungtiva adalah karakteristik, meskipun tidak konstan, tetapi bantuan diagnostik yang penting. Dapat disertai dengan gejala okular seperti fotofobia, nyeri mata, dan perdarahan konjungtiva. Tidak seperti nanah konjungtivitis bakteri atau tidak ada sekresi. Lesi kulit adalah variabel, ruam eritematopapuloso, urtikaria, petekie atau hemoragik. Azotemia dapat ditemukan. Pemeriksaan urin adalah sel darah merah, sel darah putih, granular gips, serta hemoglobin dan gips hialin. Proteinuria dan myoglobinuria yang umum. Aculculosa kolesistitis adalah penyakit yang jarang namun serius.
Karena tidak ada gejala yang spesifik, diagnosa lain yang sering ditemui: influenza, meningitis aseptik, ensefalitis, hepatitis anicteric, demam berdarah, penyakit virus, brucellosis, toksoplasmosis, malaria, tifus, ensefalitis, dll. Rasa sakit dari otot perut dan gangguan pencernaan mungkin meniru bedah perut akut. Sejarah epidemiologi melekat pada semua kecurigaan klinis leptospirosis bangun dan mengambil yang sesuai permintaan serologis studi.
Pada tahap ini kuman dapat pulih dalam kultur darah, urin dan CSF.
Tahap pertama dari 4 sampai 9 hari, sering menghasilkan apyrexia dan regresi gejala.Perkembangan selanjutnya akan menjadi variabel. Dalam bentuk ringan pasien sepenuhnya pulih dalam 3 sampai 6 minggu. Dalam bentuk yang paling parah dari penyakit saja bisa berkepanjangan atau bifasik.
Pada fase kedua atau kekebalan setelah 1 sampai 3 hari apyrexia dan pemulihan jelas, muncul kembali demam dan gejala lokalisasi di organ yang berbeda. Sakit kepala dan mialgia yang intens. Tingginya kadar serum CPK mencerminkan miositis. Apakah monoarthritis bermigrasi umum dan polyarthritis. Dalam bentuk anicteric manifestasi utama dari tahap kedua adalah meningitis. CSF jelas, dengan peningkatan protein dan limfosit, walaupun pada awalnya mungkin mendominasi PMN. Glycorrhachia adalah normal. Manifestasi neurologis lainnya jarang terjadi: ensefalitis, myelitis, kelumpuhan saraf kranial, neuritis perifer, kejang.
 Apakah mungkin otak infark iskemik yang berhubungan dengan poliarteritis. Pada manifestasi okular bervariasi: kemacetan, perdarahan konjungtiva, iritis, iridocyclitis, chorioretinitis, Choroiditis. Manifestasi pendarahan entitas yang berbeda. Sakit tenggorokan dan batuk kering atau batuk dan hemoptisis yang umum. Dalam penderitaan pernapasan yang paling parah dan hemoptisis dapat menyebabkan kematian. Suffusions petechiae dan kulit hemoragik dan petechiae di langit-langit mulut yang umum. Gagal ginjal, perdarahan dan komplikasi kardiovaskular lebih umum pada pasien dengan ikterus.
Hepatomegali lebih umum daripada splenomegali. Tingkat dan transaminase serum normal atau meningkat sebesar 2 sampai 5 kali.
Hemoglobin dipertahankan pada nilai normal, kecuali ada perdarahan. Seringkali hyperleukocytosis dengan sel polimorfonuklear meningkat. Trombositopenia adalah umum, tetapi seri ini tidak berubah megacarocítica di lini tengah. The Ves adalah variabel. Amilase dapat meningkat jika pankreatitis tidak biasa. Intrvascular pembekuan dapat terjadi disebarluaskan dan hemolisis.
Pada tahap kedua, atau kekebalan tubuh, hampir tidak Leptospira yang ditemukan dalam darah, tetapi dapat diisolasi dari urin.
Diagnosa
Diagnosis dicurigai pada aspek klinis dan epidemiologi.
Konfirmasi diperoleh dengan isolasi kuman atau dengan teknik serologi, ketika pasien dengan gambaran klinis yang sugestif dari penyakit ini berhubungan dengan serokonversi atau menunjukkan adanya IgM spesifik.
Pengobatan
Antibiotik pilihan adalah penisilin 1,5 juta IU c / 6 jam i / v atau tetrasiklin, doksisiklin 100 mg oral q12h sebaiknya jam selama 7 hari. Selain kemoterapi spesifik langkah-langkah gejala diperlukan, koreksi hemodinamik, keseimbangan cairan dan elektrolit, perawatan ginjal dan langkah-langkah dukungan kehidupan lainnya.
Pencegahan

Perang melawan reservoir, seperti tikus di lapangan, pemisahan, pengobatan dan penyembelihan hewan sakit, perusakan leptospira di daerah banjir, telah menghasilkan relatif. Drainase tanah, langkah-langkah perlindungan bagi pekerja (menggunakan sepatu bot dan sarung tangan) untuk tidak mandi di sungai atau air yang tergenang, menjadi alas kaki, kontrol sanitasi hewan impor, membuat bangunan tikus-bukti, telah lebih positif. Vaksin yang dilemahkan digunakan untuk penggunaan hewan tetapi tidak mencegah negara pembawa infeksi. Masalah utama untuk pembuatan vaksin adalah bahwa antigen serovar spesifik, sehingga harus ada vaksin untuk setiap wilayah geografis. Tidak ada vaksin untuk digunakan pada manusia atau kemoprofilaksis digunakan, kecuali untuk populasi berisiko tinggi, seperti beberapa populasi militer. Pada orang dengan kemoprofilaksis paparan transien telah berguna adalah doksisiklin 100 mg / d, 2 kali per minggu.
Tindakan pencegahan yang perlu dipertimbangkan adalah: meningkatkan kondisi sosial ekonomi dan perawatan diri dan perlindungan diri menggunakan metode penghalang untuk melindungi kulit dan selaput lendir, saat melakukan kegiatan dengan risiko kontaminasi.

Vaksin direkomendasikan untuk hewan peliharaan, terutama anjing. Meskipun infeksi ginjal dapat terjadi dalam laporan divaksinasi dan ada orang-orang yang diperoleh penyakit dari anjing divaksinasi, ini jarang terjadi. Vaksin ini tidak melindungi sepenuhnya karena ada banyak jenis dan vaksin Leptospira tidak mengimunisasi terhadap semua.







kejadian yang terjadi masyarakat
Sumber Penularan
Leptospirosis dapat ditemukan pada hampir 160 jenis mamalia. Pengerat terutama tikus merupakan reservoir utama walaupun binatang ternak merupakan tempat yang banyak terdapat mikroorganisma ini ( babi, sapi, kambing dan ayam).  Didalam tubuh mamalia (terutama tikus) leptospirosis dapat hidup di dalam tubulus ginjal selama bertahun-tahun, sehingga penularan yang paling utama adalah melalui air seni, walaupun penularan melalui daging atau darah binatang yang terinfeksi dapat terjadi. Penularan antar manusia jarang terjadi namun dapat terjadi melalui hubungan seksual, air susu ibu dan sawar plasenta.
Setelah keluar melalui air seni, leptospirosis dapat bertahan selama bertahun-tahun di air, sehingga apabila terjadi banjir, akan menyebarkan mikroorganisma ini secara luas, dan terjadi infeksi yang menyebar dengan cepat
Cara Penularan
Manusia terinfeksi leptospira sp melalui kontak dengan air (water borne disease), tanah atau tanaman yang telah dikotori oleh air seni hewan yang menderita leptospirosis. Bakteri masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (mukosa) mata, hidung, kulit yang lecet atau atau makanan yang terkontaminasi oleh urine hewan terinfeksi leptospira. Setelah bakteri Leptospira masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau selaput lendir, maka bakteri akan mengalami multiplikasi (perbanyakan) di dalam darah dan jaringan. Selanjutnya akan terjadi leptospiremia, yakni penimbunan bakteri Leptospira di dalam darah sehingga bakteri akan menyebar ke berbagai jaringan tubuh terutama ginjal dan hati.
Masa inkubasi selama 2 - 26 hari, biasanya 7 - 13 hari dan rata rata 10 hari..  Infeksi Leptospirosis mempunyai manifestasi yang sangat bervariasi dan kadang tanpa gejala, (asimptomatik). Infeksi L. interrogans dapat berupa infeksi subklinis yang ditandai dengan flu ringan sampai berat. Hampir 15-40 persen penderita terpapar infeksi tidak bergejala tetapi serologis positif. Sekitar 90 persen penderita jaundis ringan, sedangkan 5-10 persen jaundis berat yang sering dikenal sebagai penyakit Weil. Perjalanan penyakit Leptospira terdiri dari 2 fase, yaitu fase septisemik dan fase imun. Pada periode peralihan fase selama 1-3 hari kondisi penderita membaik.
Fase Septisemik dikenal sebagai fase awal atau fase leptospiremik karena bakteri dapat diisolasi dari darah, cairan serebrospinal dan sebagian besar jaringan tubuh. Pada stadium ini, penderita akan mengalami gejala mirip flu selama 4-7 hari, ditandai dengan demam, kedinginan, dan kelemahan otot. Gejala lain adalah demam yang tinggi disertai menggigil, mual dengan atau tanpa muntah deisertai mencret, rasa sakit pada otot yang hebat terutama pada paha, betis dan pinggang disertai nyeri tekan, nyeri kepala, konjungtivitis tanpa disertai eksudat serous/porulen (conjunctival suffusion) serta takut cahaya (fotofobia) pada hari ke 3 - 4, pada 25% kasus juga disertai penurunan kesadaran, pada kulit bisa dijumpai ruam, serta pembesaran limpa dan hati.
Fase Imun sering disebut fase kedua atau leptospirurik karena sirkulasi antibodi dapat dideteksi dengan isolasi kuman dari urin, dan mungkin tidak dapat didapatkan lagi dari darah atau cairan serebrospinalis. Fase ini terjadi pada 0-30 hari akibat respon pertahanan tubuh terhadap infeksi. Gejala gejala yang muncul adalah demam yang mencapai 40ºC disertai menggigil dan kelemahan umum, nyeri otot pada leher, perut dan otot otot kaki terutama otot betis, gejala kerusakan pada ginjal dan hati, uremik dan jaundice, manifestasi perdarahan mulai perdarahan dibawah kulit (ptechie, purpura), mimisan, dan perdarahan gusi, serta tanda tanda akibat radang selaput otak. Adanya kemerahan pada mata (Conjunctiva Injection), perdarahan dan jaundice merupakan tanda yang khas untuk leptospirosis.
Komplikasi Leptospirosis
·       Pada hati : kekuningan yang terjadi pada hari ke 4 dan ke  6
·       Pada ginjal : gagal ginjal yang dapat menyebabkan kematian.
·       Pada jantung : berdebar tidak teratur, jantung  membengkak dan gagal jantung yang dapat mengikabatkan kematian mendadak.
·       Pada paru-paru : batuk darah, nyeri dada, sesak nafas.
·       Perdarahan karena adanya kerusakan pembuluh darah dari saluran pernafasan,saluran pencernaan, ginjal, saluran genitalia, dan mata (konjungtiva).
·       Pada kehamilan : keguguran, prematur, bayi lahir cacat dan lahir mati
Pencegahan
Membiasakan diri dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat(PHBS)
1.      Menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus.
2.      Mencucui tangan dengan sabun sebelum makan.
3.      Mencucui tangan, kaki serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah bekerja di sawah/ kebun/sampah/tanah/selokan dan tempat-tempat yang tercemar lainnya.
4.      Melindungi pekerja yang berisiko tinggi terhadap leptospirosis (petugas kebersihan, petani, petugas pemotong hewan, dan lain-lain) dengan menggunakan sepatu bot dan sarung tangan.
5.      Menjaga kebersihan lingkungan
6.      Membersihkan tempat-tempat air dan kolam renang.
7.      Menghindari adanya tikus di dalam rumah/gedung.
8.      Menghindari pencemaran oleh tikus.
9.      Melakukan desinfeksi terhadap tempat-tempat tertentu yang tercemar oleh tikus
10.  Meningkatkan penangkapan tikus.
Pengobatan
·       Pengobatan dini sangat menolong karena bakteri Leptospira mudah mati dengan antibiotik yang banyak dijumpai di pasar seperti Penicillin dan turunannya (Amoxylline) .
·       Bila terjadi komplikasi angka kematian dapat mencapai 30 - 40 % pada usia lanjut.
·       Segera berobat ke dokter terdekat.
Adanya KLB (Kejadian Luar Biasa) di beberapa daerah di Indonesia telah menjadikan Leptospirosis sebagai salah satu penyakit yang termasuk "the emerging infectious disease" oleh karena itu waspadalah selalu akan penyakit ini.

Cindelaras

Raden Putra adalah raja Kerajaan Jenggala. Ia didampingi seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang cantik jelita. Tetapi, selir Raja Raden Putra memiliki sifat iri dan dengki terhadap sang permaisuri. Ia merencanakan suatu yang buruk kepada permaisuri. “Seharusnya, akulah yang menjadi permaisuri. Aku harus mencari akal untuk menyingkirkan permaisuri,” pikirnya.
Selir baginda, berkomplot dengan seorang tabib istana. Ia berpura-pura sakit parah. Tabib istana segera dipanggil. Sang tabib mengatakan bahwa ada seseorang yang telah menaruh racun dalam minuman tuan putri. “Orang itu tak lain adalah permaisuri Baginda sendiri,” kata sang tabib. Baginda menjadi murka mendengar penjelasan tabib istana. Ia segera memerintahkan patihnya untuk membuang permaisuri ke hutan.
Sang patih segera membawa permaisuri yang sedang mengandung itu ke hutan belantara. Tapi, patih yang bijak itu tidak mau membunuhnya. Rupanya sang patih sudah mengetahui niat jahat selir baginda. “Tuan putri tidak perlu khawatir, hamba akan melaporkan kepada Baginda bahwa tuan putri sudah hamba bunuh,” kata patih. Untuk mengelabui raja, sang patih melumuri pedangnya dengan darah kelinci yang ditangkapnya. Raja menganggung puas ketika sang patih melapor kalau ia sudah membunuh permaisuri.
Setelah beberapa bulan berada di hutan, lahirlah anak sang permaisuri. Bayi itu diberinya nama Cindelaras. Cindelaras tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas dan tampan. Sejak kecil ia sudah berteman dengan binatang penghuni hutan. Suatu hari, ketika sedang asyik bermain, seekor rajawali menjatuhkan sebutir telur. “Hmm, rajawali itu baik sekali. Ia sengaja memberikan telur itu kepadaku.” Setelah 3 minggu, telur itu menetas. Cindelaras memelihara anak ayamnya dengan rajin. Anak ayam itu tumbuh menjadi seekor ayam jantan yang bagus dan kuat. Tapi ada satu keanehan. Bunyi kokok ayam jantan itu sungguh menakjubkan! “Kukuruyuk… Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra…”

SOSIOLOGI (stratifikasi sosial)

file:///E:/sosiologi/kelompok%204.pptx

Barangsiapa Yang Senang Datangnya Ramadhan, Haram Jasadnya Masuk Api Neraka


Barangsiapa Yang Senang Datangnya Ramadhan, Haram Jasadnya Masuk Api Neraka

marhaban ya ramadhan
Waah, tak terasa ya kalau ntar 1 Agustus 2011 seluruh umat Islam di dunia akan kedatangan bulan yang penuh barokah dan pengampunan. Ya Bulan Raamadhan. Bulan yang dinanti-nantikan oleh setiap Muslim di dunia.

Bulan Ramadhan merupakan bulan untuk merealisasikan rukun iman yang ke-3 yaitu menjalankan puasa. Dengan menahan haus, lapar, dan hawa nafsu. Puasa wajib bagi seorang Muslim/Muslimah yang telah baligh atau dewasa.

Allah SWT berfirman, "Katakanlah (wahai Muhammad SAW) Dengan Datang-nya Anugerah Allah Dan Rahmat-Nya, Maka Dengan Itu Hendaknya Mereka Bergembira" (QS Yunus 58)

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barangsiapa yang senang dengan datangnya bulan Ramadhan (karena iman dan Allah), maka diharamkan jasadnya masuk ke dalam api neraka".

Dan ada juga Sabda Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang berpuasa ramadhan dengan menjaganya dengan segenap kemampuannya, maka diampunilah seluruh dosanya yang telah lalu" (HR Bukhari & Muslim)

Akhir kata penulis menghimbau untuk para pembaca agar senang akan datangnya Bulan Ramadhan karena Allah (bukan karena banyak petasan!) dan Marhaban ya Ramadhan!

Tags : Marhaban ya Ramadhan, Keuntungan Puasa Ramadhan, Haram Jasadnya Masuk Neraka, Senang Dengan Datangnya Bulan Puasa Ramadhan.